PIK

Pontianak (29/2/2016) Maraknya kasus kenakalan remaja, hubungan seks pra nikah maupun remaja yang melahirkan di provinsi Kalimantan Barat, membuat keprihatinan berbagai kalangan. Berbagai kasus tersebut berdampak pada ancaman hilangnya masa depan remaja itu sendiri,  aib bagi keluarga maupun di keluarkan dari sekolah. Beranjak dari berbagai permasalahan itulah, Perwakilan BKKBN provinsi Kalimantan Barat mulai hari Senin (29/2/2016) sampai dengan Jum’at (4/3/2016 melatih 32 orang guru Bimbingan Konseling mulai tingkat SD sampai SMA se kalimantan Barat di Pontianak. Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan Drs.Gun Jamani dalam sambutannya mengatakan, dengan dilatihnya para guru Bimbingan dan Konseling ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para siswa sekolah khususnya remaja yang mengalami masalah terkait dengan aktifitas organ reproduksinya. “Survei menunjukkan mayoritas remaja menyampaikan keluhan permasalahannya kepada teman sebayanya. Yang dikhawatirkan informasi yang disampaikan kurang tepat” ungkap Gun Jamani. Oleh karena itu dengan dilatihnya para guru Bimbingan dan Konseling ini, nantinya dapat memberikan solusi dan jalan keluar bagi siswa didiknya yang mengalami masalah, sekaligus mensosialisasikan program Generasi Berencana (GenRe) di lingkungan sekolah.

Pada bagian lain sambutannya Gun Jamani mengungkapkan, salah satu upaya untuk mengeliminir berbagai persoalan dan menjadi wadah bagi remaja untuk saling menyampaikan informasi, BKKBN telah mengembangkan Pusat Informasi dan Konseling (KIP K) bagi remaja dan mahasiswa baik dilingkungan masyarakat maupaun di sekolah. Tujuannya adalah sebagai wadah untuk memberikan solusi lingkungan sekolah maupun pergaulannya. “BKKBN terus memberikan pembekalan berbagai materi seperti program GenRe, Pendewasaan Usia Perkawinan, kesehatan reproduksi remaja, 8 fungsi keluarga dan teknik-teknik konseling, dengan harapan akan dapat membantu remaja dalam mengatasi permasalahannya” ungkap Gun Jamani.

PIK2

Kepala Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Drs.Gun Jamani mengajak seluruh peserta pelatihan untuk membantu BKKBN dalam mengeliminir terjadinya pernikahan di usia dini, kasus seks pra nikah maupun penyalahgunaan  Napza.  Menurutnya, tanpa mitra kerja seperti para guru Bimbingan dan konseling ini BKKBN akan sulit  dapat memberikan pengetahuan tentang GenRe, PIK Remaja maupun program Kependudukan Keluraga Berencana dan Pembangunan Keluarga. (sumber : BKKBN KALBAR)